Posted by: eklip | June 7, 2008

Pemerintah Targetkan IPO Krakatau Oktober

Pemerintah Targetkan IPO Krakatau Oktober
Sabtu, 07 Juni 2008 | 02:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mentargetkan melakukan penawaran umum perdana (IPO) saham PT Krakatau Steel (Persero) pada Oktober mendatang. Saat ini berbagai persiapan teknis sudah mulai dilakukan.

“Tadinya manajemen Krakatau minta (IPO) November, tapi kami tolak agar tidak menumpuk dengan BUMN lainnya,” kata Staf Khusus Menteri Negara BUMN, Alexander Rusli, kepada Tempo, Jumat (6/6). Menurut dia, pemerintah juga akan melepas saham PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, IV dan VII sebelum 2009.

Menurut rencana Kementerian Negara BUMN juga langsung membentuk tim internal untuk memuluskan proses IPO tersebut. Tim ini akan bertugas menyiapkan audit keuangan Krakatau hingga Juni 2008 untuk digunakan dalam prospektus. “Audit ini harus selesai dalam waktu 1,5 bulan,” ujar Alex.

Tim itu juga akan mempersiapkan dan menentukan waktu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Kraktau sebagai salah satu prosesnya. “RUPS ini untuk menentukan Krakatau sebagai perusahaan terbuka,” tuturnya.

Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil menekankan kembali perlunya menyegerakan pengembangan Krakatau. Tujuannya, supaya Indonesia tidak menjadi negara importir baja. “Oleh karena itu kami minta IPO ini segera dilakukan,” ujarnya.

Dia telah meminta seluruh BUMN yang akan melepas saham ke publik, termasuk Krakatau, melakukan berbagai persiapan diri. “Meski saat ini pasar belum terlalu bagus, persiapan itu tetap perlu dilakukan. Tinggal nanti menunggu waktu yang tepat untuk masuk,” kata Sofyan.

Sofyan optimistis segala persiapan tersebut bisa selesai dalam waktu yang telah ditargetkan. “Karena, perusahaan swasta saja bisa menyelesaikan proses ini dalam waktu hanya empat bulan,” ujarnya.

Penentuan proses privatisasi BUMN, kata dia, merupakan domain pemerintah. Apalagi opsi yag dipilih adalah IPO, yang merupakan proses privatisasi paling transparan. “Jadi seharusnya tidak perlu pembahasan panjang dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),” tuturnya.

Saat dimintai pejelasan soal kesiapan pelaksanaan IPO, Direktur Pemasaran Krakatau Irvan Kamal Hakim menyatakan belum dapat berkomentar saat ini. “Karena saya sedang berada di Australia dan belum tahu jelas kabar tersebut, jadi saya tidak berani bicara apa-apa,” ujarnya melalui sambungan telepon kepada Tempo.

Irvan menyarankan agar menghubungi Direktur Utama Krakatau Fazwar Bujang untuk meminta penjelasan tersebut. Namun ketika dihubungi, Fazwar, termasuk Komisaris Utama Krakatau Taufiequrachman Ruki, tidak memberikan jawaban. Bahkan pesan pendek yang dikirim Tempo juga tidak direspon oleh kedua pejabat Krakatau ini.

Sebelumnya, manajemen Krakatau berencana melepaskan sahamnya ke bursa sebesar 20 persen. Dari pelepasan saham itu, perseroan menargetkan dapat meraup dana segar sebesar Rp 1 triliun. Sebagian besar dana hasil IPO ini akan digunakan untuk merevitalisasi Krakatau dalam rangka mendongkrak kapasitas produksi perusahaan baja pelat merah tersebut.

WAHYUDIN FAHMI


Leave a response

Your response:

Categories